tranlate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 27 April 2012

JELANG MOTOGP SPANYOL: CASEY STONER PELAJARI DATA YAMAHA


Menjelang MotoGP Spanyol yang dihelat di Sirkuit Jerez akhir pekan ini, Casey Stoner tidak merasa gentar akan kecepatan yang ditunjukkan pembalap Yamaha yang mampu memenangkan balapan perdana MotoGP 2012 di Losail International Circuit melalui jasa Jorge Lorenzo. Menurut Stoner, tak ada perbedaan besar antara performa motor YZR-M1 dan RC213V saat ini. Casey Stoner bahkan mempelajari data Yamaha yang diharapkan dapat menemukan sebuah jalan untuk menyelesaikan sejumlah masalah, seperti problem getar yang tidak dirasakan oleh Jorge Lorenzo dan Ben Spies.

Juara dunia MotoGP 2011 tersebut menjelaskan: ”Saya melihat bagaimana Yamaha bekerja dan sebenarnya saya melihat cara kerja yang sangat mirip seperti yang dilakukan oleh Honda. Ini membuat balapan lebih mudah. Saat kami melihat adanya kemiripan, dalam beberapa poin lebih mudah untuk mendekat dan menyalip. Saya sudah mempelajari poin akselerasi mereka yang sangat mirip dengan Honda.

“Cara Jorge membalap dengan motornya sangat mirip dengan Dani Pedrosa dan saya ketika memakai motor kami. Dia tidak memiliki cukup corner speed seperti yang dia miliki pada masa lalu, namun dia memiliki lebih banyak akselerasi. Dia mengerem sedikit lebih keras daripada saat membalap memakai motor 800cc, dan Jorge memiliki lebih sedikit mid corner speed dan tidak memiliki chatter.
“Itulah satu hal yang saya perhatikan mengenai Yamaha, yakni mereka tidak memiliki chatter. Kami harus melihat bagaiamana keadaannya pada sirkuit yang berebada dan bagaimana motor kami bereaksi. Kelihatannya Yamaha tak terhentikan di Qatar karena mereka mereka memperoleh kecepatan, tetapi pada saat yang sama kami juga membuat performa kami tampak lebih buruk daripada sesungguhnya.
“Kenyataannya, di sana balapan berjalan positif bagi kami namun saya pikir kami bisa mengambil sedikit data atas apa yang telah kami ketahui dari Yamaha dan mencoba untuk menyelesaikan beberapa masalah, kemudian jika itu berhasil maka akan menyenangkan kami.
“Kami memiliki banyak pekerjaan untuk dilakukan untuk membuat motor kami lebih baik. Tetapi bahkan dengan motor yang tidak sempurna saya masih bisa berada dalam posisi untuk memenangkan balapan pertama. Dan Anda tak seharusnya mencemaskan hal tesebut kecuali terdapat gap yang sangat besar, maka Anda perlu mengkhawatirkan kejuaraan.
“Saya tak mengira ada perbedaan besar antara performa motor Honda, Yamaha dan Ducati saat ini.”

PARA PEMBALAP JEMPOLAN MOTOGP CEMASKAN PERFORMA BAN, CUACA DAN STRATEGI PIT DI BALAPAN JEREZ


danipedrosafp2
Para pembalap jempolan MotoGP seperti Casey Stoner, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Cal Crutchlow dan Andrea Dovizioso mengeluhkan performa ban Bridgestone yang cepat terdegradasi hanya setelah beberapa lap walaupun memakai kompon yang lebih keras dalam kondisi basah.

Casey Stoner yang menyelesaikan sesi latihan bebas kedua di posisi keempat menjelaskan, “Setelah beberapa lap yang saya lakukan hari ini, bagian tengah ban sudah habis, kurang lebih sama seperti yang terjadi pada balapan tahun lalu. Ban semua pembalap habis dengan cepat.
“Bridgestone sudah membawa kompon yang lebih keras tetapi karena kami mendapat sedikit grip saat memakai ban tersebut, Anda hanya akan merasakan lebih banyak sliding.
“Lebih banyak Anda mengalami sliding maka lebih tinggi temperatur ban yang harus Anda Hasilkan dan pada empat lap terakhir kami mengalami sliding sepanjang dua trek lurus yang ada. Jika kondisinya 50/50, maka tidak bagus untuk ketahanan ban.
Valentino Rossi memperkirakan jika kondisi trek mengering setelah beberapa lap membalap di lintasan basah, maka para pembalap MotoGP akan masuk ke pit untuk mengganti ban.
“Kondisi yang sangat penting adalah kalau kami bisa membalap seperti tahun lalu dimana banyak genangan air di lintasan,” kata The Doctor yang menyelesaikan sesi Free Practice 2 di urutan kedua. “Ini menjadi sulit bagi semua pembalap karena bannya habis sangat cepat jadi mungkin balapan kali ini akan menjadi sulit jika kondisinya setengah-setengah.
“Masalahnya juga merambat pada ban depan. Jika balapan dimulai seperti kondisi pada sore ini (FP2), terlalu beresiko untuk memulai balapan dengan ban slick. Anda harus mencoba dan mengatur bannya hingga akhir balapan atau sampai Anda berhenti (di pit) untuk mengganti ban. Tetapi Anda bisa kehilangan banyak waktu. Berlatih untuk mengganti ban dengan cepat mungkin ide yang bagus saat ini.”
Jorge Lorenzo tidak dapat menyembunyikan raut kekecewaannya akibat kurangnya daya cengkram pada kondisi basah, dan pembalap yang finish ketiga dalam sesi FP2 tersebut mengatakan, “Jika kondisinya seperti hari ini maka kami tidak akan menjadi yang tercepat, jadi kami perlu menghasilkan sejumlah grip pada ban belakang.”
Sama seperti pembalap lain, Cal Crutchlow menginginkan konsistensi cuaca saat balapan seri kedua MotoGP 2012 tersebut, dan ia berkata, “Tidak ada grip sama sekali. Rasanya seperti membalap dengan ban slick saat hujan. Cuacanya harus tetap hujan, karena jika hujannya berhenti maka kami berada dalam masalah. jika kami membalap seperti tahun lalu, saya akan masuk ke pit karena kami hanya mencoba. Kemudian saya akan keluar dengan ban slick, tetapi tak ada untungnya. Saya tak dapat mengubah gigi karena bannya sliding.”
Rekan satu tim Crutchlow dalam tim Yamaha Tech3 Andrea Dovizioso menambahkan, “Tidak ada cukup air dengan temperatur sebesar itu. Kejadiannya seperti tahun lalu. Anda tidak memiliki traksi setelah tiga lap karena bannya overheat. Kondisinya sangat berbahaya karena bannya terlalu lunak.”
Pembalap yang tercepat dalam sesi FP2, yakni Dani Pedrosa berencana mengatur strategi untuk mengantisipasi kondisi tersebut sejak sesi kualifikasi. Pembalap tuan rumah tersebut mengatakan, “Kami harus cerdas dan cepat karena kondisinya bisa berubah dengan mudah dan dalam satu menit bisa menjadi waktu pilihan untuk mencetak pole, tetapi satu menit setelahnya bisa berubah menjadi bencana. Jadi, marilah kita fokus dan mencoba untuk melakukan pekerjaan dengan bagus.”

VALENTINO ROSSI: KAMI BISA KOMPETITIF JIKA TREK JEREZ BASAH


valentinorossijerezfp
Valentino Rossi dapat memastikan kalau memakai motor Ducati GP12 dalam balapan basah, dirinya akan dapat tampil kompetitif dan bertarung untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Valentino Rossi yang akan memulai start ke-200 di kelas MotoGP pada Hari Minggu datang ke Jerez dengan menguji dua motor, yakni yang ia pakai saat melakukan tes pra musim di Jerez dan motor yang kedua memakai settingan saat membalap di Qatar.
Hasilnya, juara dunia MotoGP sebanyak sembilan kali tersebut mendapatkan feeling yang ia butuhkan saat mengerem dan berbelok saat kondisi medan basah, hingga dapat menempatkan dirinya menyelesaikan sesi latihan bebas kedua di posisi kedua, dan catatan waktunya terpaut 0.6 sekon dari Dani Pedrosa.
Tetapi jika kondisi saat balapan kering, maka Valentino Rossi merasa ragu untuk dapat tampil kompetitif.
Valentino Rossi menjelaskan, “Saya jauh lebih menikmati untuk membalap motor ini pada kondisi basah daripada saat berada di trek kering, dan ini sangat aneh karena biasanya tampaknya motor ini lebih baik saat dibesut dalam kondisi kering.
“Karena beberapa alasan, pada kondisi basah saya bisa mengerem dan memasuki tikungan seperti yani saya inginkan namun saya tidak memiliki feeling yang sama jika treknya kering. Kami tidak tahu mengapa. Akan tetapi kami tidak mengerti kenapa kami memiliki masalah saat membalap di lintasan kering, dan untuk sejumlah alasan, kami tidak tahu mengapa kami begitu cepat di trek basah. Mungkin kedua pertanyaan tersebut memiliki alasan yang sama.
“Kembali ke depan dan finish di posisi kedua rasanya sangat menyenangkan. Ini penting bagi kami terutama karena tahun lalu dengan memakai motor yang lama saya selalu bisa kompetitif saat balapan basah. Jadi kami harus memastikan dengan motor yang baru, kami tetap kompetitif. Kelihatannya ini merupakan poin bagus yang ada pada versi baru motor ini.
“Sekarang kami harus menunggu kondisinya besok dan Minggu, karena sepertinya ramalan cuacanya sangat buruk namun saya kira, saat diguyur hujan kami bisa cukup kompetitif. Kami harus sedikit bekerja pada beberapa hal dan mencoba untuk memperbaikinya namun performa saya sudah bagus dan motor saya memiliki kecepatan yang bagus. Bagi saya, kami sungguh kompetitif di trek basah, jadi jika kondisinya tetap seperti ini, kami bisa bertarung untuk mendapatkan hasil bagus. Sayangnya, saya perkirakan, kalau kondisinya kering, kami tidak begitu kompetitif.”

HASIL FREE PRACTICE 2 MOTOGP JEREZ: PEDROSA PERTAMA, ROSSI KEDUA DI LINTASAN BASAH


Sesi free practice pertama MotoGP Jerez berlangsung dalam kondisi lintasan setengah basah dan setengah kering yang dianggap terlalu berbahaya hingga menyebabkan sedikit pembalap yang keluar lintasan dalam waktu singkat. Sementara pada sesi latihan bebas kedua, kondisi trek tetap basah karena sempat diguyur hujan namun lebih memungkinkan bagi para pembalap untuk mencatatkan waktu. Dalam kondisi lintasan basah, Dani Pedrosa menjadi pembalap tercepat yang merajai sesi free practice 2 dengan catatan waktu 1 menit 50.780 detik. Valentino Rossi membuktikan kebolehannya untuk membalap di trek basah dengan menjadi rider tercepat kedua dalam sesi yang berlangsung selama 45 menit tersebut dengan raihan waktu 0.6 detik di belakang Pedrosa.

Jorge Lorenzo menjadi pembalap Yamaha terdepan yang finish di belakang Rossi disusul Casey Stoner yang kali ini menempati posisi keempat.
Berikut ini hasil sesi latihan bebas MotoGP Spanyol yang diselenggarakan di Sirkuit Jerez pada Hari Jumat, 27 April 2012
Friday’s Free Practice 2 (FP2) results:
Pos. Num. Rider Nation Team Bike Km/h Time Gap 1st/Prev.
1 26 Dani PEDROSA SPA Repsol Honda Team Honda 275.4 1’50.780
2 46 Valentino ROSSI ITA Ducati Team Ducati 275.9 1’51.440 0.660 / 0.660
3 99 Jorge LORENZO SPA Yamaha Factory Racing Yamaha 275.7 1’51.873 1.093 / 0.433
4 1 Casey STONER AUS Repsol Honda Team Honda 277.3 1’52.106 1.326 / 0.233
5 69 Nicky HAYDEN USA Ducati Team Ducati 272.1 1’52.254 1.474 / 0.148
6 4 Andrea DOVIZIOSO ITA Monster Yamaha Tech 3 Yamaha 276.1 1’53.070 2.290 / 0.816
7 19 Alvaro BAUTISTA SPA San Carlo Honda Gresini Honda 273.3 1’53.166 2.386 / 0.096
8 35 Cal CRUTCHLOW GBR Monster Yamaha Tech 3 Yamaha 272.7 1’53.352 2.572 / 0.186
9 11 Ben SPIES USA Yamaha Factory Racing Yamaha 271.9 1’53.409 2.629 / 0.057
10 6 Stefan BRADL GER LCR Honda MotoGP Honda 273.3 1’53.409 2.629
11 14 Randy DE PUNIET FRA Power Electronics Aspar ART 256.4 1’54.155 3.375 / 0.746
12 54 Mattia PASINI ITA Speed Master ART 261.5 1’54.370 3.590 / 0.215
13 17 Karel ABRAHAM CZE Cardion AB Motoracing Ducati 273.4 1’54.378 3.598 / 0.008
14 8 Hector BARBERA SPA Pramac Racing Team Ducati 274.5 1’54.581 3.801 / 0.203
15 5 Colin EDWARDS USA NGM Mobile Forward Racing Suter 260.3 1’54.707 3.927 / 0.126
16 22 Ivan SILVA SPA Avintia Blusens BQR 260.7 1’54.748 3.968 / 0.041
17 68 Yonny HERNANDEZ COL Avintia Blusens BQR 259.0 1’54.915 4.135 / 0.167
18 9 Danilo PETRUCCI ITA Came IodaRacing
Project Ioda 248.8 1’55.752 4.972 / 0.837
19 51 Michele PIRRO ITA San Carlo Honda Gresini FTR 259.1 1’56.067 5.287 / 0.315
20 77 James ELLISON GBR Paul Bird Motorsport ART 254.1 1’57.475 6.695 / 1.408
21 41 Aleix ESPARGARO SPA Power Electronics Aspar ART 257.3 1’57.789 7.009 / 0.314

Rabu, 18 April 2012

KONDISI LENGAN CASEY STONER SUDAH BAIKAN

caseystonerarm
Casey Stoner berupaya untuk memperbaiki kondisi fisik sebelum memasuki persaingan jilid kedua MotoGP 2012 yang akan digelar di Sirkuit Jerez pada 29 April mendatang.

Gejala arm pump yang menggertaknya pada saat menjalani balapan GP Qatar lalu membuat Stoner melakukan persiapan untuk mengantisipasi timbulnya gejala yang sama pada saat race GP Spanyol bergulir.
Latihan fisik yang dilakoni pembalap Repsol Honda tersebut selama satu pekan telah membuahkan hasil, dimana kondisi lengan juara dunia MotoGP 2011 tersebut kini sudah lebih baik.
“Saya menghabiskan waktu bersama pelatih saya, mencoba untuk menyembuhkan arm pump yang telah mempengaruhi performa saya di Qatar,” tulis Casey Stoner yang dituangkan ke dalam blognya. “Dan saya merasa senang lengan saya sudah terasa lebih baik. Kami bersepeda gunung tetapi sayang cuaca di Swiss sedang buruk jadi kami tidak bepergian terlalu jauh.
“Pekan ini akan saya lakukan dengan kegiatan serupa. Untuk berlatih dan bersiap untuk balapan Jerez serta menghabiskan waktu bersama Adriana dan Ally sebelum meninggalkan rumah lagi.”

CAL CRUTCHLOW TAK ANGGAP ANDREA DOVIZIOSO ‘MUSUH DALAM SELIMUT’

Cal Crutchlow membantah kalau rekan satu timnya, Andrea Dovizioso merupakan musuh dalam selimut dimana Crutchlow menjadikan Dovizioso sebagai rival utama dalam perebutan kursi Yamaha Tech3 di MotoGP pada musim 2013.

Dengan kehadiran rider Moto2 Bradley Smith yang bakal naik kelas ke MotoGP bersama Yamaha Tech3, maka Tech3 berada dalam situasi dilematis dimana mereka harus memilih satu rider, yakni Cal Crutchlow ataukah Andrea Dovizioso sebagai pendamping Smith untuk berlaga dalam persaingan MotoGP 2013.
Kontrak Dovizioso dan Crutchlow akan berakhir pada akhir musim ini. Untuk itulah keduanya tengah berjuang untuk membuktikan kemampuan terbaik mereka demi memikat Tim Yamaha Tech3 untuk mempertahankan posisi salah satu di antara keduanya.
Tetapi, Cal Crutchlow menyanggah kalau Dovizioso meruapakan pembalap pertama yang menjadi rivalnya. Terlebih, pada balapan perdana di Qatar lalu, Cal Crutchlow terlibat persaingan sengit dengan teammatenya yang merupakan eks pembalap Repsol Honda tersebut.
Pembalap asal Inggris tersebut berkata: “Jelas orang-orang akan berpikir hal demikian namun jika saya berada dekat dengan Andrea maka saya tak mengira akan mengalahkan Andrea.
“Seperti yang kubilang sebelumnya, dia menyelesaikan kejuaraan di peringkat ketiga sedangkan saya jauh berada di belakangnya. Dia sudah memenangkan balapan MotoGP dan meraih banyak podium.
“Bukan cuma kontrak saya yang akan berakhir tahun ini. Jadi, saya hanya harus melakukan pekerjaan dengan kemampuan terbaik dan semoga sesuatu akan datang. Jalan masih panjang dan saya harus konsen terhadap pekerjaan saya untuk menyelesaikan musim ini pada tempat setinggi mungkin.”
Herve Poncharal bahkan mengaku cemas saat menonton persaingan Crutchlow-Andrea pada balapan MotoGP Qatar. Bos Yamaha Tech3 tersebut berkata: “Melihat mereka bertarung sengit sepanjang balapan membuat saya sangat gugup dan gap yang memisahkan mereka tak pernah lebih dari 0.3 detik.”
“Cal memiliki karakter sejati,” kata bos Yamaha, Lin Jarvis mengomentari penampilan Crutchlow yang mampu tampil gemilang hingga mengantarnya  finish keempat di depan Dovizioso pada balapan seri perdana di Losail. “Dan olahraga ini perlu membangun karakter seperti yang dimilikinya. Valentino Rossi sudah mendominasi dalam kurun waktu yang lama dan dia masih bersama kita dan kita perlu memanfaatkannya.”
“Tetapi pada masa depan Rossi akan melakukan pekerjaan lain dan kita perlu membangun beberapa bintang baru. Saya tak berkata hal ini dimaksudkan untuk menggantikan sosok Valentino namun kami perlu mengembangkan daya tarik pembalap lain kepada para penonton.”

PERATURAN MOTOGP TAK KONSTAN, CASEY STONER ‘GERAH’

Casey Stoner merasa geram terhadap regulasi di MotoGP yang terus-menerus mengalami perubahan. Juara dunia MotoGP sebanyak dua kali tersebut mendesak para petinggi MotoGP untuk memberikan waktu yang lebih stabil bagi regulasi yang sudah ada sebelum peraturan tersebut mengalami pergantian.

Regulasi MotoGP terus mengalami perubahan, seperti pergantian pemakaian kapasitas mesin ataupun Bridgestone yang didaulat sebagai pemasok ban tunggal.
Peraturan yang paling mengecewakan Casey Stoner adalah keterlambatan pemberlakuan penambahan bobot motor minimal yang meningkat sebesar empat kilogram.
Menurut Stoner, perubahan regulasi teknis yang tidak konsisten bertanggung jawab terhadap sedikitnya pabrikan yang tetap bertahan untuk berkompetisi di ajang MotoGP.
Perubahan yang tiada henti juga memaksa para pabrikan untuk melakukan riset dan pengembangan ulang yang menghabiskan dana besar, misalnya untuk mengembangkan sistem elektronik baru yang disesuaikan dengan konsumsi bahan bakar. Pembatasan enam mesin dalam satu musim juga memaksa para insinyur untuk mengembangkan mesin yang dapat bertahan lebih lama.
Kini, para petinggi MotoGP tengah berupaya menyusun peraturan baru yang bertujuan untuk memangkas biaya pengeluaran dan membuat persaingan antar pabrikan semakin rapat.
Peraturan baru yang tengah digodok antara lain pemberlakuan rev limit berkisar 15000 rpm, alokasi satu motor untuk setiap pembalap, batasan 15 juta Euro untuk pengeluaran pabrikan per tahunnya, 1 juta Euro untuk ongkos penyewaan motor kepada tim satelit, pembatasan lima mesin dalam satu musim dan sebagainya.
Tetapi Casey Stoner lebih condong untuk menyalahkan Dorna ketimbang MSMA yang telah memberlakukan perubahan peraturan yang terus-menerus selama beberapa tahun ke belakang.
Casey Stoner menjelaskan, “Regulasinya hanya perlu distabilkan. Faktanya, mereka belum berhenti melakukan perubahan dalam kejuaraan ini. Masalahnya, saat ini mereka tidak sedang membuat peraturan yang tetap, tetapi keputusan yang sama seperti masa lalu. Dengan mengubah era 500cc ke 1000cc kemudian berubah lagi dari 1000cc untuk turun menjadi 800cc lalu memberlakukan aturan ban tunggal, Anda kehilangan semua kompetisi. Jadi Anda kehilangan seorang pembalap yang mungkin tidak melaju cepat tetapi saat memakai ban lain yang lebih cocok baginya dapat membantu mereka untuk meraih podium dan menjadi terekspos.
“Mereka ingin menghemat pengeluaran tetapi kemudian menambah bobot motor empat kilogram pada motor setelah semuanya sudah mengembangkan motor baru.
“Itu memerlukan banyak dana terutama Honda dan Yamaha karena saya tahu mereka sudah mematuhi bobot yang ditentukan. Mungkin pabrikan lain belum bisa menyesuaikannya, jadi mereka berkata marilah menaikkan bobotnya (menjadi 157 kg). Jadi semua dana yang rencananya akan dihemat malah harus dipergunakan.
“Kenny Roberts mungkin masih akan bertahan membalap dengan timnya jika mereka berhenti mengubah semuanya. Tetapi bahkan saat era 800cc mereka mengubah ini itu dan mereka ingin membatasi bahan bakar 21 liter. Peraturan yang tidak stabil seperti ini tidak memberi kesempatan untuk semua tim untuk meraih level terbaik mereka.
“Ikut ke dalam kejuaraan ini merupakan kehendak tim itu sendiri dan mereka ingin nama mereka terdengar dan mengembangkan motor yang bisa tampil kompetitif.
“Namun setiap tahun atau dua tahun sekali mereka mengubah regulasi, jadi, bagi tim yang lebih kecil, dari mana lagi dana yang diperlukan untuk melakukan pengembangan lagi berasal? Mereka tidak memiliki alasan jelas, mencoba untuk menghemat uang dengan menghabiskan dana yang lebih besar. Rumit untuk dapat memahami mengapa mereka tetap mengubah aturan.”